4 Partai Politik Pendatang Baru di Pemilu

partai politik baru
partai politik baru
partai politik baru

Menurut pokermania88 seperti yang ketika ini yang terjadi, Indonesia bakal menghadapi pemilihan umum pada tahun 2019, sampai-sampai sudah mulai tersiar kabar partai partai mengerjakan persiapan. Dari mempersiapkan calon presiden, calon kepada wilayah dan beda sebagainya. Karena pemilihan umum tahun 2019 ialah pemilu serentak yang dengan kata lain antara pusat danwilayah dilakukan secara bersamaan. Jadi, anda pun pasti bakal berlangganan dengan berita calon calon kepada wilayah dan presiden di media elektronik maupun media online. Begitu kira-kira dinamika Indonesiaketika akan menghadapi pemilu.

Seperti yang telah ada di perkabaran media elektronik maupun online,ketika ini partai partai telah mulai mengerjakan proses pencatatan pemilu. Bicara mengena partai menghadapi pemilu, publik tentu akan ingat terhadap Partai Golongar Karya ( Golkar) P-DIP, Partai, Partai Demokrat, PKS, PAN dan partai partai lainnya. Karena partai-partai tersebut ialah partai lama yang lama melintang di bidang politik dan kepartaian di Indonesia. Ternyata, diantara wajah partai tua tersebut, ada sejumlah partai pendatang baru yang akan mengecat dunia partai politik sekaligus di Indonesia, terlebih ketika ini pra pemilu 2019.

Ada 6 partai politik baru yang akan memeriahkan politik serta premium 2019. Namun, 2 diantara 6 partai politik yaitu partai idaman dan partai bhinneka ditetapkan tidak lolos verifikasi oleh KPU. Sehingga melulu menyisakan 4 partai yang ditetapkan telah lolos verifikasi oleh KPUyaitu PSI, Perindo, Berkarya dan Garuda.

1. Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
Partai politik pendatang baru ini ialah partai anak muda. Disebut partai anak muda sebab kader anggota partai ialah semua anak muda dengan kisaran umur antara 20-45 tahun. Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia ini ialah Grace Natalia yang notabene ialah mantan jurnalis. Ideologi yang mereka anut ialah Pancasila dan konsentrasi perjuangannya terletak pada isu antikorupsi dan intoleran. Sedangkan strategi yang diusung ialah menjaring anak muda dan publik tokoh untuk menjadi caleg dan kader. Kamu tertarik guna masuk ke partai ini?

2. Partai Perindo
Perindo juga adalahsalah satu partai politik pendatang baru di blantika kepartaian Indonesia. Dibandingkan dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Perindo telah terlebih dahulu menyuarakan suaranya dan masuk kedalam persaingan partai politik di Indonesia. Partai ini diketuai oleh Hari Tanoesudibjo (HT) yang adalahsalah pengusaha berhasil di Indonesia serta empunya dari MNC Group. Partai berideologi pancasila, berfokus terhadap penggerakan ekonomi kerakyatan dengan merangkai strategi menyalurkan pertolongan peralatan teknik laksana gerobak, kios, dan pendampingan untuk pelaku UMKM ini siap guna kembali maju di pemilu 2019.

3. Partai Berkarya
Partai politik baru yang memilik nama nyaris serupa dengan Partai Golongan Karya ini adalahsalah satu partai pendatang baru. Namun,sebetulnya partai ini adalahpecahan dari Partai Golongan Karya. Tokoh-tokoh yang menjadi pionir di internal Partai Berkarya pun ialah tokoh-tokoh lama. Karakteristik partai ini antara lain, diketuai oleh Tommy Soeharto, mengangkat ideologi Pancasila, konsentrasi untuk menggerakan ekonomi kerakyatan, serta strategi yang diusung ialah melaksanakan program unggulan guna menghidupkan koperasi.

4. Partai Garuda
Partai Garuda pun adalahsalah satu partai politik baru yang telahditetapkan oleh KPU sudah lolos verifikasi. Diantara partai pendatang baru lainnya, Partai Garuda yang tidak terlalu tersiar sepak terjangnya. Berdasarkan keterangan dari salah satu petinggi Partai Garuda, Ridha Sabana, bahwa dalam bergerilya mereka lebih memilih guna tidak di publikasikan. Partai yang dipimpin oleh Ahmad Ridha Sabana mengangkat Pancasila sebagai ideologi partainya. Sedangkan konsentrasi partainyaialah menggerakan potensi anak muda guna berpolitik.

Semoga dengan adanya sejumlah partai baru ini dapat memfasilitasi aspirasi masyarakat melalaui perjuangan perjuangan kader yang peduli terhadap kemauan publik di masa yang bakal datang, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *